Info Seputar Kesehatan

Waspadai Gejala Cacingan Pada Anak

waspadai gejala cacingan pada anakJika anak Anda terlihat lesu dan kurang bersemangat, pernahkah Anda berpikir hal ini disebabkan karena anak Anda menderita cacingan? Waspadai gejala cacingan pada anak, karena dapat menyebabkan diare kronik.

 

Tidak heran jika banyak ibu-ibu yang tidak menyadari jika buah hati mereka sedang mengalami cacingan dan terinfeksi. Hal ini karena sebagian besar cacingan yang dialami oleh anak-anak memang asimtomatik alias tidak bergejala.

 

Bahkan jika sampai bergejala, sebagian ibu-ibu beranggapan bahwa obat antidiare dan antibiotik yang mereka beli di warung dapat mengatasinya. Padahal bila disebabkan oleh cacingan, tentu saja bukan dua jenis obat tersebut yang mereka perlukan.

 

Ada tiga golongan cacing yang berkembang di tanah dan mampu menginfeksi saluran cerna manusia. Pertama, golongan cacing tambang yang meliputi Ankylostoma duodenale dan Necator americanus. Kedua, golongan cacing gelang yaitu Ascaris Lumbricoides. Terakhir, golongan cacing cambuk yaitu: Trichuris Trichiura.

 

Menurut para ahli, beda cacing, beda pula gejala yang muncul. Pada beberapa kasus infeksi akibat cacing tambang tidak menimbulkan gejala. Untuk itu para orang tua harus selalu waspada jika anak-anak sering bermain di tanah.

 

Munculnya kulit kemerahan dan gatal di kulit tangan maupun kaki anak-anak, apalagi bila dirasakan setelah bermain di tanah menjadikan orang tua harus waspada kemungkinan infeksi cacing tambang. Sebab larva cacing ini hidup dan berkembang di dalam tanah. Kemudian larva masuk ke aliran darah melalui kulit manusia.

 

Larva kemudian masuk ke aliran darah dan berpindah ke paru-paru dalam kurun waktu 10 hari. Melalui gerakan rambut-rambut getar di sepanjang saluran pernapasan, larva akan berpindah dan masuk ke saluran cerna. Pada fase saat larva bergerak di saluran nafas inilah, penderita akan mengalami batuk, sakit tenggorokan dan demam.

 

Gejala tersebut akan membaik saat larva sudah berpindah ke saluran pencernaan. Saat di saluran pencernaan, larva berubah menjadi bentuk dewasa dan memiliki mulut. Melalui mulut inilah cacing akan menempelkan dirinya ke permukaan usus halus dan menghisap darah si penderita.

 

Waspadai gejala cacingan pada anak, karena penghisapan darah oleh cacing inilah yang kemudian menyebabkan anemia defisiensi zat besi, serta kekurangan protein.

 

Pada bentuk dewasa ini cacing mulai memproduksi telur yang akan muncul pada tinja penderita. Dibandingkan Necator Americanus, Ankylostoma Duodenale lebih parah karena menimbulkan gejala kehilangan darah pada penderita. Untuk itu orang tua harus waspada jika anak mereka tampak pucat, lemah serta lesu.

 

Lain halnya bila cacing gelang atau cacing cambuk yang menginfeksi anak-anak. Kedua cacing ini memiliki kesamaan dalam hal cara masuk ke dalam tubuh manusia, yaitu melalui makanan yang telah tercemar oleh telur cacing kemudian masuk sampai ke permukaan usus halus. Disinilah terjadi perbedaan antara cacing gelang dan cacing cambuk. Larva cacing gelang kemudian menembus permukaan usus halus dan masuk ke dalam sirkulasi darah, terbawa ke paru dan menembus alvelous. Kemudian cacing akan memasuki saluran nafas dan kembali tertelan ke usus halus. Telur kemudian dihasilkan oleh cacing dewasa dan keluar bersama feses.

 

Adanya penetrasi ke organ paru inilah yang menjadikan infeksi cacing gelang atau ascariasis dapat menimbulkan gejala pada organ paru dan bukan hanya gejala saluran cerna. Gejala pada organ paru ini akan muncul 1-2 minggu setelah infeksi. Biasanya penderita akan mengeluh nyeri dada dan rasa terbakar pada dada, batuk kering, sesak nafas, demam dan mengi.

 

Gejala pada saluran cerna tetap muncul mendominasi bila seseorang terinfeksi cacing gelang. Rasa nyeri perut yang hilang timbul kadang disertai muntah berisi cacing merupakan gejala yang umum terjadi. Gejala lain seperti demam dan diare terkadang juga dirasakan penderita ascariasis.

 

Jika terinfeksi cacing cambuk , penderita akan mengalami gejala-gejala pada saluran cerna, seperti buang air besar secara tiba-tiba dan tidak sengaja di malam hari, disentri (buang air besar seperti cucian beras), anemia, dan pertumbuhan terhambat.

 

Pengobatan cacingan terutama pada anak-anak harus segera dilakukan. Waspadai gejala cacingan pada anak, sebab dampak buruk akibat cacingan tak dapat diipandang sebelah mata. Akibat sumber nutrisi dihisap oleh cacing, anak menjadi undernutrition dan bukan tidak mungkin akan menjadi gagal tumbuh. Padahal nutrisi sangat penting untuk proses pertumbuhannya. Selain itu, keluhan lemah dan letih yang dialami anak akibat anemia kekurangan zat besi menjadikan anak malas belajar.

 

Cacing gelang dan cacing cambuk tak kalah berbahayanya. Kedua infeksi cacing ini menyebabkan malnutrisi dan kekurangan zat besi sehingga pertumbuhan anak dapat terganggu. Kedua infeksi cacing ini mempengaruhi kecerdasan anak secara langsung tanpa melalui malnutrisi terlebih dahulu. Kedua cacing ini mengeluarkan zat-zat inflamasi yang secara langsung mempengaruhi kinerja otak.

 

Para orang tua harus segera membawa anak-anaknya berobat jika menemukan gejala-gejala cacingan seperti yang telah disebutkan di atas. Waspadai gejala cacingan pada anak, orang tua juga harus membantu pengobatan dengan menyiapkan makanan yang bergizi dan banyak mengandung zat besi dan protein untuk mengganti zat makanan yang telah diambil oleh cacing. Biasakan pola hidup sehat, mencuci tangan setiap sebelum makan dan selesai bermain adalah salah satu cara pencegahan.

 

Sumber: http://twoqu.com/waspadai-gejala-cacingan-pada-anak/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s